Showing posts with label IIP. Show all posts
Showing posts with label IIP. Show all posts

Saturday, 24 March 2018

Memfasilitasi dan Menstimulus Kreativitas Anak: Day 3

Di hari ke 3 ini stimulus yang dilakukan adalah dengan memberikannya kebebasan bermain dalam batasan aman dan pengawasan yang baik. Kalau sudah begini, rumah menjadi sangat berantakan. Hehehhe.. tapi kata orang-orang, rumah berantakan itu tandanya anak sehat. Asal dirapikan dan kebersihannya selalu terjaga insyaAllah everything is okay :)


#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#level9
#ThinkCreative
#Day3

Friday, 23 March 2018

Memfasilitasi dan Menstimulus Kreativitas Anak: Day 2

Menstimulus kreativitas anak bisa dilakukan dengan cara mengajaknya berimajinasi. Kali ini saya bermain tebak-tebakan yang dengan Afifa tentang buah-buahan.

M: “Buah apa yang luarnya kuning, dalamnya putih? Rasanya manis, Afifa suka..”
A: “Pisang..” 
M: “Betul.. sekarang Afifa.”
A: “Buah apa yang luarnya hijau dalamnya merah..”
M: “Apa ya??”
A: “Tembikai..” (semangka)
M: “Oh iya betul Afifa..”
Tebak-tebakan pun mengalir, saya melihat Afifa semakin banyak mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang semakin mengasah ide dan kemampuan berpikirnya.

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#level9
#ThinkCreative
#Day2

Thursday, 22 March 2018

Memfasilitasi dan Menstimulus Kreativitas Anak: Day 1

Game level 9 dimulai.. sebagaimana diskusi sebelumnya, tema game level ini adalah bagaimana kami mendampingi anak di dalam memfasilitasi dan menstimulus kreativitas anak.

Kreativitas merupakan kemampuan di dalam menemukan ide dan bagaimana mengeksekusi ide tersebut sehingga menjadi satu kesatuan ide yang utuh. To create something, to invent something and to make it real and feasible.

Seperti pada blog sebelumnya ada point penting yang wajib saya kutip:
Kreativitas anak terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar, tidak mengenal kata tidak mungkin, dan tidak takut salah. Tapi sayangnya orang tua-lah yang sering melakukan kesalahan sehingga mematikan potensi anak. Orang tua seringkali terlalu protektif pada anak sehingga potensi kreativitas anak terhenti.. bahkan dengan sistem pendidikan yang kurang benar, potensi kreativitas pun ikut tergerus seiring berjalannya waktu.. Naudzubillah.. :”( 

Maka disini terlihat betapa peran orang tua amat krusial di dalam mendampingi anak mengasah potensi kreativitas yang ada di dalam dirinya. 

Kami diminta untuk membersamai, memerhatikan, dan menstimulus anak sehingga potensi kreativitas mereka dapat terfasilitasi dan terawat dengan baik.

Nah kira2 bagaimana ya?
Saya masih berpikir dan membaca literatur terkait hal ini. 

#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#level9
#thinkcreative

Monday, 19 March 2018

Catatan Kecil tentang Kreativitas Anak

Sebelum memasuki materi level 9, bunda fasil kami yang baru yaitu bunda Nesri dan bunda Dewi memberikan materi “pemanasan” tulisan Kreshna Aditya yang berjudul “Menumbuhkan Kreativitas Anak”.

Tapi yang menariknya sang penulis malah langsung mengatakan hal tersebut adalah kesalahan yang besar pada slide berikutnya! Mengapa? Karena anak dengan segala fitrah baiknya telah Allah SWT berikan bekal kreativitas sejak lahir. Jadi tugas orang tua bukanlah “menumbuhkan” kreativitas anak, tapi “memfasilitasi” dan “menstimulus” kreativitas anak. Anak dengan segala potensinya telah dianugerahi potensi kreativitas oleh Sang Maha Pencipta. Maka peran orang tua-lah yang menjadi titik kritis dalam mengembangkan potensi tersebut. MasyaAllah :”)

Kreativitas anak terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar, tidak mengenal kata tidak mungkin, dan tidak takut salah. Tapi sayangnya orang tua-lah yang sering melakukan kesalahan sehingga mematikan potensi anak. Orang tua seringkali terlalu protektif pada anak sehingga potensi kreativitas anak terhenti.. bahkan dengan sistem pendidikan yang kurang benar, potensi kreativitas pun ikut tergerus seiring berjalannya waktu.. Naudzubillah.. :”( 

Maka tugas orang tua adalah memberi lebih banyak dorongan, mencintai tanpa syarat, menghargai keunikan pada anak, serta memberikan kesempatan pada mereka untuk menjelajahi dunia. MasyaAllah.. :”)

Kemudian setelah kami semua membaca materi tersebut, diskusi pun dimulai. Pertanyaan pertama adalah: “Apa yang dimaksud dengan kreativitas?”

Member kelas pun memberikan pendapatnya. Pertama, kreativitas merupakan kemampuan menciptakan dan menemukan ide serta melakukan inovasi. Jadi kata kunci dari kreativitas adalah “to invent and to create something”.

Kedua, jika dianalogikan sifat kreatif itu semacam "tak ada rotan akar pun jadi". Kreatif itu ibarat tidak berpatok pada  1 jalan ke negri China. Kreatif itu  menemukan warna baru selain warna dasar pelangi. 

Ketiga, makna kreativitas mungkin tidak hanya di bidang keterampilan tangan saja. Kreativitas bisa meluas dalam bidang olah kata, nada, ide dan pemikiran. Sehingga setiap orang bisa kreatif di bidang nya masing-masing.

Keempat, ada tiga proses kreativitas. Pertama, evolusi yang berarti ide baru yang dibangkitkan dari ide sebelumnya. Kedua, menggabungkan dua ide lebih menjadi sebuah ide baru. Dan ketiga, revolusi yang berarti benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada.

Bunda fasil pun memberikan infografis yang mengasah kreativitas kami. Banyak sekali. Mulai dari kata, gambar dan lain-lain. Kami diminta untuk berpikir apa solusinya, apa yang kami lihat, dan apa yang kami pikirkan.

Salah satu hikmah yang perlu diingat terkait kreativitas adalah “Don’t  assume” terhadap apa yang anak kita lakukan. Karena apa yang kita pikirkan kadang berbeda dengan apa yang dipikirkan anak-anak kita. Jadi poin clear and clarify menjadi sangat penting.

“We should also think outside the box”. Artinya kita harus membuka seluas-luasnya pemikiran kita terhadap kreativitas anak, memiliki berbagai sudut pandang agar anak tidak terbatasi oleh sudut pandang, pemikiran dan pengalaman kita saja. Let them think, analyze dan synthesize what they undergo. Let them solve their own problem. Karena seringkali dengan membatasi sudut pandang, kita malah menghambat kreativitas anak kita.

Ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan sebagai faktor penghambat kreativitas:
1. Mindset
2. Kurangnya kepercayaan diri
3. Faktor lingkungan dan keluarga

Dan.. Solusi untuk mengatasinya:
1. Mengasah kreativitas dan tak pernah berhenti mencoba
2. Coba hal baru yang berbeda
3. Berpikir outside the box.

Alhamdulillah.. diskusi pun diakhiri dengan motivasi dari Bunda Nesri dan Bunda Dewi agar kami menjadi bunda yang kreatif sehingga kita dapat menjadi fasilitator terbaik untuk mengembangkan potensi kreativitas anak kita. Aamiin.. 

Can’t wait for the game level 9 :”) Bismillah.. :”)

#KreativitasAnak
#IIP
#BundaSayang
#RoadToGameLevel9

Saturday, 6 January 2018

Semua Anak adalah Bintang Day 2

Di hari Sabtu ini, aktivitas harian Afifa dimulai dengan sarapan, mandi kemudian bermain. Beberapa kegiatan yang saya amati:

1. Bermain Fun Thinker. Kemampuan Afifa semakin luar biasa meningkat. Ia semakin paham logika antonim (kebalikan), besar kecil, gambar, warna, bentuk dan sebagainya. Dia ingin terus menerus memainkannya. Sampai saya sudahi saja dengan melakukan 6 jenis permainan Fun Thinker mencocokan. Binar matanya menyala saat melihat gambar-gambar.

2. Lepas diapers. Ini  merupakan tantangan yang cukup berat karena Afifa masih ingin pakai diapers meski dia sebenarnya sudah bisa BAK dan BAB di toilet. Sudah saya belikan celana dalam yang lucu-lucu, sounding buku toilet training, dan banyak hal. Ternyata hanya bertahan setengah hari. Selanjutnya ia ingin pakai lagi padahal tetap kering dan melakukan semua hajat di toilet.

3. Saat saya rapat, Ayah Afifa mengajaknya bermain mandi bola dan menaiki beberapa permainan. MasyaAllah saat Ayahnya kirim foto ke dalam handphone, tampak wajahnya bahagia sekali.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Day 2

Friday, 5 January 2018

Semua Anak adalah Bintang Day 1

Game level 7 sudah dimulai kembali. Kali ini temanya adalah “Setiap Anak adalah Bintang”. Tema yang sangat dekat di hati. Ya.. materi yang disampaikan semakin menyadarkan bahwa setiap anak adalah sebuah anugerah, ujian sekaligus amanah dari Allah SWT untuk dididik dan dibesarkan dengan seterbaik yang bisa kita lakukan.

Jujur, saya masih jauh dari kata sempurna sebagai seorang Ibu.. jangankan sempurna, mungkin saya belum bisa dikatakan sebagai ibu yang baik bagi Afifa.. :’( hiks.. maafkan Mama ya sayang..

Jadi ceritanya berawal dari perpindahan kelas di Educare. Karena Afifa telah berusia 3 tahun 2 bulan, maka dia dinaikan kelasnya. Kelas yang sekarang lebih membuatnya mandiri, karena rasio 1 guru adalah untuk 15 orang anak. Ini membuat semua aktifitas anak mulai dari makan hingga mandi dipercayakan sepenuhnya kepada anak. Satu sisi saya melihat ini sebagai sebuah hal positif, namun di sisi lain seperti ada yang sedikit mengganjal di dalam hati saya. Is she ready to have such responsibilities? Bukan makan sih yang saya khawatirkan karena memang Afifa lebih suka makan sendiri. Tapi mandi atau membersihkan diri setelah ke toilet apakah dia bisa?
Yah mungkin kekhawatiran itu tidak terlalu beralasan. Semoga Afifa bisa semakin baik lagi. Aamiin..

Hari Jumat ini seperti biasa saya pergi ke kampus. Namun Afifa bilang dia gak mau ke sekolah. Baiklah karena agenda saya ke kampus hanya menyerahkan full draft disertasi saya kepada supervisor, maka ia saya bawa.

Alhamdulillah Afifa sangat kooperatif selama di kampus. Mulai dari bertemu beberapa dosen, staff dan teman saya di kampus. Pun saat makan siang dia amat lahap. Karena saya masih harus mengerjakan beberapa hal di kampus, akhirnya saya berikan Afifa special day dengan memperbolehkannya menonton Ipin Upin di komputer kampus. Matanya berbinar.. 😅😅😅😅😅

Sore hari kami sampai di rumah, dia pun segera melakukan berbagai aktivitas kesukaannya:
1. Bermain puzzle.. ini membuat dia sangat bahagia. Karena Afifa semakin mahir dalam memainkannya.
2. Menyanyi solawat.
3. Memakai kaos kaki, baju tangan panjang dan jilbab. Sambil mematchingkan warnanya.

Nah mungkin sekian dulu aktifitasnya hari ini.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Day1

Saturday, 16 December 2017

Aliran Rasa #MathAroundUs

Bagi saya, melihat Afifa belajar, menganalisis dan menangkap sesuatu adalah pembelajaran tersendiri. Afifa belajar, saya pun ikut belajar. Dengan mengasah logika matematikanya, saya pun ikut mengasah logika saya. Terima kasih Afifa, karena Afifa Mama semakin belajar ;)


#AliranRasa
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Saturday, 9 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 17

Di hari ke 17 ini, saya bersyukur Afifa sudah bisa menunjukan logika berpikir yang baik. Saat itu di tempat parkir apartemen kami, ada seseorang yang ingin memasukan lemari besar ke dalam mobilnya yang kecil. Afifa pun memerhatikannya. Kemudian saya tanya kepadanya:

M: “Menurut Afifa lemarinya bisa masuk gak ke dalam mobil?”
A: “engga..”
M: “kenapa?”
A: “kepenuhan.”
M: “wah iya bener. Karena ukurannya lemari lebih besar daripada mobil. Atau mobil lebih kecil daripada lemari.”
A: “oh iya..”


#Day17
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Friday, 8 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 16

Hari ke-16 adalah hari terakhir saya conference di Sunway. Dan ibu serta kakak saya dari Bogor datang..
Alhamdulillah di hari ke-16 ini Afifa dibawakan paket Grolier Fun Thinker yang pernah saya ceritakan beberapa waktu lalu oleh Eninnya dari Bogor. Begitu sampai di rumah, Afifa langsung memainkan paket tersebut. Saya batasi dia bermain dua jenis permainan saja yaitu mencocokan warna dan bentuk.

Sejujurnya saya belum pernah mengenalkan nama-nama bentuk kepada Afifa. Alhamdulillah dengan adanya fun thinker ini membantu saya untuk memperkenalkan bentuk kepada Afifa :”) Afifa sangat excited dan langsung cepat menangkap saat diminta untuk mencocokan warna dan bentuk. Good job Afifa..

#Day16
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Wednesday, 6 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 15

Setelah selesai conference pada sore harinya saya melakukan video call dengan Afifa dan Papanya. Afifa selalu excited setiap kali kami berfacetime ria jika sedang berjauhan seperti ini (ini ketiga kalinya kami ga bareng-bareng btw hiks). 

A: “Mama lagi dimana?”
M: “Di Sunway sayang.”
A: “Afifa mau donk ke Sunway.. boleh engga?”
M: “Boleh donk insyaAllah nanti ya..”
A: “insyaAllah..”

Kemudian Papanya Afifa menceritakan kegiatan Afifa setelah dijemput dari Educare. Pertama mereka ke Pom Bensin untuk mengisi bensin mobil, sekalian berbelanja makanan kesukaan Afifa.
Nah kegiatan belanja ini juga merupakan salah satu cara kami memperkenalkan matematika kepada Afifa. Mulai dari memilih barang, menghitungnya sambil memasukan ke dalam keranjang, dan proses pembayaran. Meski saat proses pembayaran Afifa belum kami kenalkan terkait uang, tetapi kami mengajarinya tentang hak milik dan konsep “jika maka”.

Barang yang sudah diambil belum bisa dibuka dan sepenuhnya dimiliki. Hal itu bisa dilakukan jika barang tersebut dibayar dulu. Jadi setiap kali mengambil barang, kami membiasakan tidak boleh untuk membuka barang sebelum dibayar.


#Day15
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tuesday, 5 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 14

Di hari ke-14 ini saya harus kembali LDM dengan suami dan Afifa karena saya harus menghadiri conference di Sunway Lagoon, Petaling Jaya. Suami dan Afifa tidak diajak karena jatah hotelnya sharing dengan peserta lain. Maklum karena kami masih mahasiswa jadi kami menerima saja apa yang diberikan oleh sponsor.

Qodarullah.. jadi saya dipilih oleh kampus untuk mewakili phd student dari Kuliyyah of Economics and Management Sciences, IIUM sebagai  delegasi di acara international conference se-Asean ini. Acara ini diadakan selama 4 hari oleh Malaysian Economic Association bekerja sama dengan Sunway corporation, Sime Darby, dan World Bank Group. Alhamdulillah delegasi diberikan full sponsor untuk mengikuti acara ini dan disediakan penginapan yang sangat nyaman di Sunway Pyramid hotel. 

Hanya saja karena kamarnya sharing dengan peserta lain, Afifa dan Papanya di rumah.. hiks maafin ya.. My hubby is such the greatest supporter 😢😭 Justru beliaulah yang mengizinkan dan menyemangati saya untuk ikut acara ini.

Acara ini bertujuan untuk mempertemukan ekonom, peneliti, policy makers untuk berdiskusi terkait isu-isu ekonomi di wilayah Asean. Doakan Semoga berkah ya dan saya bisa mendapatkan serta memberikan sesuatu yang bermanfaat. Aamiin.. :”)

Terkait dengan pelajaran belajar matematika Afifa, ternyata dari video yang dishare oleh Pak Suami, Afifa masih fokus pada puzzle. Begitu pula pagi hari sebelum saya berangkat ke Sunway, Afifa meminta saya untuk menemaninya bermain puzzle.

Afifa baru lancar untuk puzzle 4 buah sedangkan puzzle 6, 9 dan 12nya masih meminta bantuan saya untuk menyusunnya. Ga apa-apa. Tetap semangat Afifa :)


#Day14
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Monday, 4 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 13

Kegiatan belajar matematika hari ini dilakukan melalui permainan puzzle. Sebenarnya puzzle ini sudah cukup lama dibeli, tapi saat itu usia Afifa yang masih 2 tahun sepertinya belum begitu tertarik untuk memainkan puzzle yang kami beli tersebut.

Puzzle terdiri dari 4 jenis puzzle berdasarkan jumlah puzzlenya. Semakin sedikit dan besar jumlah serta ukuran puzzle, maka semakin mudah. KeEmpat jenis puzzle tersebut terdiri dari 4 buah, 6 buah, 9 buah dan 16 buah. 

Pelajaran matematika yang dilakukan adalah tentu saja dengan mencocokan jenis bentuk puzzle sehingga puzzle dapat terbentuk dengan sempurna.

Saat puzzle itu dikeluarkan setelah sekian lama, Afifa sangat antusias. Ibaratnya ia menemukan “harta karun” baru yang amat berharga. “Mamah, ini apa? Afifa mau main donk..” katanya. “Puzzle.. boleh donk..” jawab saya.

Akhirnya dia pun memainkan puzzlenya. Ternyata untuk puzzle 4 buah, Afifa langsung bisa, meskipun belum menggunakan kaidah kiri-kanan-atas-bawah. Untuk puzzle 6, 9 dan 16 masih harus saya bantu terutama saat menentukan puzzle pertama paling pojok kiri. Alhamdulillah sekitar setengah jam Afifa anteng bermain puzzle. Dia ulang hingga 2 kali dari masing-masing puzzle.

Setelah itu, Afifa pun bermain “mengumpulkan warna”. Bagian belakang puzzle 4, 6, 9 dan 16 memiliki warnanya masing-masing seperti merah, oranye, biru, dan hijau. Kemudian saya meminta Afifa untuk mengumpulkan puzzle-puzzle tersebut berdasarkan warnanya. Alhamdulillah Afifa sangat antusias dan langsung bisa mengelompokan puzzle berdasarkan warnanya tersebut.

#Day13
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sunday, 3 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 12

Hari itu kami melakukan perjanalan pulang kembali ke Kuala Lumpur. Biasanya kepulangan kami dari Bogor membawa berkah makanan frozen buatan orang rumah di Bogor. Ternyata bawaan kami melebihi jatah bagasi kami bertiga sehingga isi bagasi mesti kami rombak agar tidak kelebihan barang. Akhirnya setelah meng-adjust sana sini, kelebihan kiloan bagasi pun dapat diatasi.
Afifa yang melihat kami sibuk membenahi isi koper pun terlihat bingung. Akhirnya saya pun menjelaskan dengan bahasa yang sederhana terkait konsep berat, peraturan maskapai tentang batas berat bagasi... Disitu saya jelaskan dengan menggunakan logika matematika sederhana sehingga (mudah-mudahan) Afifa dapat memahami.


#Day12
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Saturday, 2 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 11

Sehari sebelum kembali ke KL, kami pergi ke swalayan yang ada di daerah Bogor Tengah yang bernama Yogya Junction. Sesampainya disana, kami langsung menuju tempat makan.
Ternyata disana ada stand bermain mewarnai bagi anak-anak dengan menggunakan cat air. Amira dan Afifa pun langsung ingin mewarnai. Akhirnya mereka pun dibelikan dua paket aktifitas mewarnai.

Selama aktivitas berlangsung, saya melihat Afifa dan Amira sangat fokus. Mereka sudah bisa memutuskan untuk memilih warna apa yang mereka gunakan untuk mewarnai gambar. Amira dan Afifa terlihat begitu enjoy dengan kegiatan tersebut.. 

#Day11
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Friday, 1 December 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 10

Hari itu kami pergi ke Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. Tujuannya adalah makan siang, mengajak Afifa dan sepupu-sepupunya Atqiya dan Amira bermain serta membeli beberapa keperluan yang belum tersupply di Bogor. Menjelang pulang, kami melewati sebuah pameran di bridge yang menghubungkan antara PIM 1 dengan PIM 2. Di sana ternyata ada Grolier, sebuah perusahan yang mensupply buku-buku edukatif. 
Nah Afifa pun memainkan permainan Funthinkers, yaitu mencocokan warna, bentuk dan gambar berkebalikan.. :) Tujuannya adalah untuk menstimulasi keseimbangan otak kanan dan kiri. Sebenarnya ini juga menstimulasi kemampuan logika matematikanya. Afifa sangat fokus dan cepat menangkap bagaimana menggunakan alat tersebut.

Sang promotor pun menawarkan beberapa paket permainan edukatif dan buku-buku ensiklopedia. Akhirnya setelah menimang-nimang kesukaan membaca Afifa dan betapa ia sangat menikmati permainan edukatif tersebut, kami memutuskan untuk membeli paket tersebut.. :)


#Day10
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Thursday, 30 November 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 9

Hari itu kami berbelanja buah di salah satu toko buah di Bogor. Kegiatan belanja bersama sebenarnya merupakan kegiatan yang sarat makna. Ia pun dapat menjadi metode pembelajaran bagi Afifa termasuk #MathAroundUs.

Dengan mengajak Afifa berhitung saat memasukkan buah ke dalam plastik kemudian ditimbang pun menjadi metode yang cukup asyik untuk belajar Matematika.

Setelah dari toko buah, kami pun pergi ke salah satu pusat pertokoan yang ada di Bogor. Disana saya janjian dengan kakak dan keponakan saya, Amira. Ternyata kakak saya mengajak Afifa untuk membeli boneka sesuai pilihannya. Alhamdulillah Afifa sangat bahagia. Ia memilih boneka bayi untuk dibelinya. Terima kasih Mamty 😍

#Day9
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Wednesday, 29 November 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 8

Kemarin kami safar dari KL ke Bogor karena tanggal 1 Desember Papa Afifa ada agenda di Bogor. Jadi rombongan ikut sekalian pulang deh. Hehehehe.. Terakhir kami ke Bogor saat lebaran Idul Adha. Jadi rasanya sudah kangen sekali.

Seperti biasa beberapa waktu sebelum hari H kepulangan, saya dan Pak Suami selalu sounding kepada Afifa bahwa kami akan melakukan perjalanan. Hal ini dilakukan agar Afifa “siap mental” untuk melakukan perjalanan. Meski jarak yang relatif singkat, tapi tetap saja persiapan perlu dilakukan.

Alhamdulillah Afifa selama perjalanan sangat baik.. tidak nangis sama sekali. Meski delayed 1 jam, dia tetap enjoy menunggu. Saat take off dia duduk manis menggunakan seat belt. Dan tidak lama setelah take off dia pun tertidur. Bahkan di perjalanan dari Soetta menuju Bogor dengan menggunakan Bis Damri (yang merupakan pengalaman pertama Afifa) kami mengalami kemacetan yang luar biasa, Afifa tetap enjoy dan bahkan bernyanyi hingga terdengar di seluruh penjuru bis😂

Nah.. kegiatan #MathAroundUs dilakukan saat Afifa bermain di playground KLIA. Kebetulan playground tersebut menghadap tempat parkir pesawat. Disitu saya manfaatkan waktu untuk menceritakan tentang pesawat kepada Afifa, kemudian lanjut menghitung jumlah pesawat yang terparkir. Sekitar 15 menit aktivitas menghitung pesawat pun dilakukan. Alhamdulillah Afifa happy ;)


#Day8
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Tuesday, 28 November 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 7

Hari ini acara saya di cukup padat. Seperti biasa pagi jam 10.00 kami keluar rumah. Afifa saya antar ke Educare. Kemudian jam 15.30 saya jemput Afifa dan lanjut pergi ke rumah teman saya untuk rapat. Selama saya rapat, Afifa saya berikan kertas dan pulpen. Tujuannya agar ia anteng dan memiliki aktivitas. Pulpen berwarna pink dan biru pun menjadi pilihannya, sedangkan saya menjadi notulensi dan mencatat dengan menggunakan laptop.

M: “Ini pulpen dan kertas, Afifa bisa tulis-tulis ya..”
A: “Afifa mau tulis-tulis.”

Sambil rapat, Saya perhatikan Afifa membuat berbagai bentuk abstrak di atas kertasnya. 

Setelah itu ia bermain dengan kedua anak teman saya. Ternyata Afifa sangat enjoy bermain dengan teman-temannya. Begitu pula dengan teman-temannya yang juga senang sekali bermain dengan Afifa. Bahkan saat kami pamit untuk pulang sekitar ba’da Maghrib anak teman saya menangis karena sedih melihat Afifa pulang.

Di perjalanan pulang pun Afifa menceritakan semua kejadian yang ia alami hari ini terutama saat ia bermain dengan teman-temannya. Saat bercerita saya melihat Afifa sudah bisa menghubungkan sebab akibat dengan bahasanya yang sederhana. Itu pun berkaitan dengan logika sederhana, hubungan sebab akibat. Alhamdulillah:)


#Day7
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Monday, 27 November 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 6

Di hari ke-6 ini, kami mengajak Afifa pergi ke supermarket Ong Tai Kim di dekat rumah kami. Entah kenapa Ong Tai Kim ini merupakan tempat kesukaan Afifa kalau dia mau beli sesuatu. Dan pergi ke supermarket ini menjadi ajang belajar buat Afifa, termasuk terkait dengan Matematika ini.

M: “Afifa mau kemana sih?”
A: “Ong tai kim..”
M: “Mau beli apa memangnya?”
A: “Buah sama ager-ager.”
M: “mau buah apa?”
A: “tembikai.” (Semangka)
M: “Tapi Afifa suka ga mau makan kalau semangka.. yang lain aja ya..”
A: “oke mah..”

Sesampainya di sana kami langsung memilih buah. Setelah melihat kondisi buah yang ada, kami memutuskan untuk membeli pepaya. 
P: “Nah ini pepaya.. satu buah aja ya..”
A: “satu pepaya..”
M: “Yang ini jambu air bagus. Beli ya?”
P: “Beli aja..”
Akhirnya saya pun memasukan jambu ke dalam keranjang. 
A: “Mah itu jambu?”
M: “iya.. warnanya apa?”
A: “Merah..”
M: “ada berapa coba?”
A: “satu.. dua.. tiga.. empat..”
M: “pandai..”

Setelah buah sudah terambil, kami pun mencari agar-agar kesukaan Afifa. Afifa pun excited memilih agar-agar yang dia mau. Setelah selesai kami pun membayar semuanya.

Alhamdulillah Kami semua bahagia dan Afifa belajar cukup banyak pada kegiatan berbelanja di supermarket :”)


#Day6
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sunday, 26 November 2017

Game Level 6 Math Around Us: Day 5

Afifa suka sekali permen, terutama permen merk Sugus. Sekali makan bisa habis hingga 10 bungkus. Hiks.. saya rasa itu kebiasaan yang tidak bagus.

Kemarin saat berbelanja di supermarket, Afifa melihat sugus. Dia meminta saya untuk membelikannya. Setelah berunding dengan Papa Afifa, akhirnya kami memperbolehkannya dengan syarat jumlah yang dia makan dibatasi.

Sesampai di rumah, saya pun membuat kesepakatan dengan Afifa.
M: “Untuk sekarang (sore) maksimal hanya boleh empat permen ya..”
A: “iya mama..”
M: “satu..” saya pun memberikan sebuah permen padanya
A: “satu..” 
M: “dua..” tambah saya
A: “dua..”
M: “tiga.. empat..” 
A: “tiga.. empat..”

Alhamdulillah Afifa menurut pada kesepakatan yang telah dibuat. Malamnya dia ingin permen lagi. Saya katakan tidak boleh karena kesepakatannya hanya empat. “Besok lagi ya sayang. Ga baik makan permen banyak-banyak..” kata saya.
“Afifa pegang aja boleh ga?” Katanya.
“Boleh.. tapi gak dimakan ya. Kan tadi sudah makan Empat.” jawab saya.
Akhirnya dia pun memegang permennya tersebut dan tidak memakannya kembali. Good job girl🤗👍


#Day5
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs