Thursday, 7 May 2020

Kelas Kupu-Kupu Jurnal Pertama

Assalamualaikum Bunda Cekatan..

Alhamdulillah semua mahasiswi Buncek dari Hima IP Asia seluruhnya lulus dan masuk ke tahapan Kupu-kupu. Kali ini tema utama selama 8 pekan ke depan adalah mentorship. Mahasiswi diminta untuk menjadi Mentor sekaligus Mentee.

Sejujurnya selama bulan Ramadhan ini saya “berlari marathon” mengerjakan amanah di banyak tempat. Sehingga untuk memahami kurikulum dan alur cerita kelas Kupu-Kupu ini agak terlambat. Saya baru start mencari mentor dan mentee hari Selasa 5 Mei 2020. Saya pikir saya benar-benar terlambat. Tapi saya disemangati oleh teman2 sekelas di Hima bahwa saya belum terlambat. Bismillah..

Mencari Mentor
Yang saya lakukan dalam mencari mentor adalah dengan cara melihat pilihan available mentor yang ada di kolom mentorship.

Saya memutuskan untuk belajar videography. Kenapa? Karena mind map “membumikan Ekonomi Syariah” salah 1-nya adalah melalui penyebaran informasi melalui sosial media termasuk IG dan Youtube channel.

Selain itu setelah melihat kondisi pandemi ini, dakwah digital menjadi suatu keniscayaan. Ayah saya mengisi kajian online melalui berbagai platform (seperti zoom, google meet, webex, dll) dalam sehari bisa mencapai 3-4 kali. Maka dari itu, semakin menyadari bahwa dakwah digital ini sangat penting.

Akhirnya alhamdulillah saya mendapatkan mentor yang bernama Mba “Ricca Nourma Yusnitha” atau akrab disapa Teh Icha. Ternyata Teh Icha itu satu almamater dengan saya di IPB. Ya ampun dunia sempit. Kata Teh Icha, beliau kenal dengan saya.. karena beliau adik angkatan teteh saya. What a small world.

Kepada teh Icha Saya jelaskan kenapa saya ingin belajar videography.. Kami pun saling bertukar informasi mengenai:
1. Diri kami pribadi
2. Jadwal online yang disepakati
Secara khusus Teh Icha menanyakan 3 hal kepada saya: apa ilmu dasar videography yang sudah saya miliki, arahan model video yang mau dibuat, dan apakah sudah familiar dengan aplikasi design dan video editing. Saya pun diminta untuk mendownload dua aplikasi di hp yaitu Canva dan Kinemaster. Dan diminta untuk mempelajari dua aplikasi tersebut.

Mencari Mentee
Ternyata mencari mentee, menyesuaikan apa yang kita tawarkan sebagai mentor dengan kebutuhan mentee yang ada susah juga ya.

Di profile mentor saya, saya bilang bahwa bidang yang saya bisa sharing adalah tentang working mom, leadership, dan keuangan syariah. Saya pun melihat profile calon mentee. Dua orang saya tawarkan ternyata mereka sudah punya mentor.

Saya pun mempublikasikan diri saya via Mak Ika. Ternyata belum dapat juga. Pun saya mendaftarkan diri saya lewat ketua Hima, belum berjodoh juga. I think I skipped this challange :( Mungkin ini takdir Allah yang terbaik.. yah we never know right?

Saturday, 18 April 2020

Jurnal Pekan ke 3

Tak terasa puasa pekan ke-3 sudah terlewati. Periode puasa adalah tanggal 9 hingga 15 April 2020.

Di jurnal pekanan sebelumnya, saya berusaha untuk mengurangi kegiatan leisure time di handphone saya seperti membuka sosmed (terutama IG), membaca novel online, atau kegiatan yang tujuannya adalah untuk refreshing semata. Bukan stop sama sekali, tapi mengurangi ya.

Alhamdulillah secara umum, saya mendapatkan badge “Good” karena saya berhasil untuk mengurangi screen time untuk entertainment sebanyak 50 persen dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Ditambah di periode itu, handphone saya sempat error, layarnya tidak bisa digerakan. Jadi memang otomatis penggunaan handphone menjadi jauh berkurang.

Pada akhirnya saya banyak menggunakan waktu saya untuk mengerjakan tantangan 30 hari (meski sedikit sedikit) dan juga fokus amanah di Malaysia yaitu aktif terlibat dalam membantu para WNI di Malaysia yang terdampak secara langsung dari sisi ekonomi akibat diberlakukannya “Malaysia Movement Control Order / MCO”, semacam pergerakan terbatas oleh pemerintah Malaysia sehingga tidak sedikit WNI yang kesusahan memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya akibat kebijakan ini.

Alhamdulillah.. saya merasa waktu lebih terasa bermanfaat. Dan bahagia karena saya bisa mengoptimalkan potensi dalam kebaikan dan kebermanfaat bagi sesama, insyaAllah.. aamiin..

#PekanKe3
#JurnalPekanan
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional

Thursday, 9 April 2020

Hari 17

Boleh ya saya jelaskan sedikit apa hal baru yang ingin saya perkenalkan di jurnal saya. Seperti yang telah saya jelaskan di hari ke-12, CIBEST model mengklasifikasikan rumah tangga ke dalam 4 kuadran. Nah penelitian saya ingin melihat kondisi para penerima zakat sebelum dan sesudah mereka memperoleh zakat. Apakah ada perubahan baik secara material, spiritual ataupun keduanya? Mampukah program distribusi dan pendayagunaan zakat memberikan efek positif terhadap para penerima zakat?

Nah pergerakan rumah tangga mustahik sebelum dan sesudah menerima program zakat inilah yang saya klasifikasikan. Ada 8 jenis pergerakan yang mungkin terjadi.

Pertama: materially and spiritually better off movement.
Merupakan pergerakan rumah tangga mustahik zakat di mana mereka dapat memperbaiki kondisi materi dan spiritual mereka secara bersamaan setelah mendapatkan zakat.

Kedua, materially better-off moverment. Yaitu pergerakan mustahik yang tadinya miskin materi menjadi di atas garis kemiskinan. Sedangkan kondisi spiritualnya tetap.

Ketiga, spiritually better off movement. Yaitu pergerakan di mana mustahik menjadi lebih baik level spiritualitasnya, sedangkan kondisi materinya tetap.

Keempat, materially worse off movement. Yaitu pergerakan di mana justru mustahik zakat memiliki level materi yang lebih buruk, sedangkan level spiritualitasnya tetap.

Kelima, spiritually worse off movement. Keadaan dimana mustahik zakat memiliki level spiritual lebih buruk, sedangkan level materinya tetap.

Keenam, materially better off but spiritually worse off movement. Keadaan dimana mustahik zakat bergerak menuju level materi yang baik tetapi memiliki level spiritual lebih buruk.

Ketujuh, spiritually better off but materially worse off movement. Ini merupakan kebalikan dari yang keenam.

Kedelapan, materially and spiritually worse off movement. Pergerakan ini kebalikan dari pergerakan yang pertama.

Demikian report hari ini. So I would like to give “Very good” badge for me today! Alhamdulillah..

#Tantangan30hari
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional

Wednesday, 8 April 2020

Hari 16

Alhamdulillah hari ke-16 ini saya bisa mengerjakan setengahnya dari target jurnal saya.

Di sini juga saya harus berusaha agar tiga hari ke depan saya bisa menyelesaikan jurnal pertama di tantangan 30 hari ini. capek sih, tapi harus tetap semangat.

“Very good” badge for me today! Alhamdulillah..

#Tantangan30hari
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional

Hari 15

Hari ke-15, jurnal pertama masih 40 persen. Tidak ada progress berarti hari ini. “I need improvement” badge again for me.. T_T

#Tantangan30hari
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional

Hari 14

Hari ke-14, jurnal sudah 40 persen. Maaf saya posting lagi di blog ya..

Di samping menulis, saya juga mengikuti kuliah umum online  “Zakat” yang diadakan oleh Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dengan pengisi ayah saya sendiri (lagi), Prof. Didin Hafidhuddin. Kuliah umum ini menggunakan aplikasi Zoom.

Beliau menjelaskan setidaknya ada 5 hikmah dari kewajiban berzakat ini. Yaitu sebagai berikut:
.
Pertama, zakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahiq, terutama fakir-miskin. Termasuk di dalamnya membantu di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi. Hal ini sesuai dengan QS. At Taubah ayat 60.

Kedua, Zakat, infaq dan shadaqah terkait dengan etos kerja. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1) (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya (2) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (3) dan orang-orang yang menunaikan zakatnya (4).” (QS. Al-Mukminun: 1-4).

Ketiga, Zakat, infaq dan shadaqah terkait dengan etika bekerja dan berusaha, yakni hanya mencari rizki yang halal.
Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan menerima shadaqah yang ada unsur tipu daya". (HR. Muslim).

Keempat, Zakat, infaq dan shadaqah terkait dengan aktualisasi potensi dana untuk membangun umat, seperti untuk membangun sarana pendidikan yang unggul tetapi murah, sarana kesehatan, institusi ekonomi, institusi publikasi dan komunikasi serta yang lainnya.

Kelima, Zakat, infaq dan shadaqah terkait dengan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial. Artinya, kesediaan ber-ZIS ini akan mencerdaskan untuk mencintai sesamanya, terutama kaum dhu’afa.

#Tantangan30hari
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional

Hari 12

Hari ke-12, jurnal pertama sudah 30 persen. Biasanya saya akan tenang jika saya selesai menulis bagian “introduction” terlebih dahulu. Tapi metode menulis saya sekarang cukup random. Apa saja yang bisa ditulis, tulis saja dulu. Biasanya ketika “serpihan-serpihan” tulisan itu sudah semakin banyak, saya bisa coba satukan sehingga menjadi kesatuan yang cukup baik. Sudah mau setengah perjalanan nih. Target di hari ke-16 sudah 50 persen. Dan bisa dikebut di hari ke-17 dan 18 sehingga saya bisa berpindah ke dua target selanjutnya. Bismillah ya..

#Tantangan30hari
#BundaCekatan
#KelasKepompong
#InstitutIbuProfesional