Thursday, 26 October 2017

Meningkatkan Kecintaan Membaca Part 2

Di hari kedua pada tantangan level 5 kali ini, Afifa malam tadi meminta dibacakan buku “I Explore the Zoo”. Buku ini bagus, salah satu buku kesukaan Afifa. Bercerita tentang keluarga yang pergi ke kebun binatang. Dimulai dari apa saja yang bisa dilihat, pengetahuan akan binatang, tugas zoo keeper, tentang makanan binatang, dan sebagainya. Bukunya sangat menarik karena memberikan ilmu kepada Afifa namun dibungkus secara menarik pula :”)

Untuk saya, saya mulai membaca buku “Ekonomi Pembangunan Syariah” karya Dr. Irfan Syauqi Beik dan Dr. Laily Dwi Arsyianti. Hehehe beliau berdua adalah kakak saya nomor satu, suami istri :D
Kebetulan penelitian saya menggunakan CIBEST model yang dibuat oleh mereka berdua. Dan buku tersebut menambah kaya wawasan saya untuk disertasi saya. 

Wednesday, 25 October 2017

Meningkatkan Kecintaan Membaca Part 1

Alhamdulillah.. kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional pada caturwulan kedua ini sudah dimulai. Tema yang diangkat adalah terkait dengan menumbuhkan kecintaan membaca di dalam keluarga. Tema ini sangat menarik karena membaca memiliki kedudukan penting di dalam kehidupan kita. Ia merupakan salah satu tonggak peradaban dan penentu kemajuan suatu bangsa. Bahkan saking pentingnya membaca, perintah pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW adalah membaca (lihat QS. Al-Alaq ayat 1-5).

Membaca tentu saja tidak sekedar membaca buku. Tapi lebih dari itu. Manusia diharapkan dapat membaca ayat-ayat kauliyyah (Al-Quran) dan juga ayat-ayat kauniyyah (alam semesta). Dan ini merupakan dua aspek penting yang tidak dapat dipisahkan di dalam proses belajar mengajar. Tentu saja saya menginginkan kelak Afifa memiliki kemampuan yang mumpuni dalam membaca ini.

Alhamdulillah ternyata kegiatan membaca merupakan salah satu aktivitas favorit Afifa. Saya telah mengenalkan buku dan membaca kepadanya sejak masih di dalam kandungan. Saat saya hamil, saya cukup banyak membaca buku baik buku kuliah maupun buku-buku terkait dengan kehamilan, asi, menyusui, dan parenting. Pun sejak Afifa belum genap berusia 1 tahun, saya pun sudah membacakannya buku mulai dari soft book, hingga sekarang ia hampir berusia 3 tahun dalam beberapa hari lagi Afifa terbiasa membaca buku hard book.


Sejujurnya saya belum sempat menyiapkan pohon literasi. Tetapi itu tidak menghalangi kegiatan membaca kami setiap harinya. Seperti hari ini, Afifa pun meminta saya untuk membacakannya buku. Yang ia pilih adalah buku "Busy Baking". Ini merupakan salah satu buku favoritnya.



Afifa dan Busy Baking book

Saat dibacakan


Ini contoh membaca buku "Busy Baking" beberapa waktu yang lalu

Selain Afifa, saya dan suami pun akan mulai membaca lagi. Buku yang akan saya baca terutama terkait dengan penelitian saya. Sedangkan suami belum mengkomunikasikan buku apa yang hendak dibacanya. Hihi... Semoga kami istiqamah :)



Sunday, 22 October 2017

Inspirasi Kebaikan (dan Keburukan)

Inspirasi Kebaikan (dan Keburukan)

Oleh: Qurroh Ayuniyyah


Saya jadi ingat tentang suatu kejadian saat saya masih S2 di Malaysia. Saat libur semester, saya pulang ke Bogor. Dan bagi saya, belum dikatakan ke Bogor kalau saya engga mampir ke Botani Square. Yak saat itu (dan mungkin masih sampai sekarang) Botani Square merupakan salah satu tempat perbelanjaan yang paling representatif di Bogor. Siang itu saya dan Ibu saya pun pergi ke Botani. Hanya saja saya lupa apa tujuan saya ke sana. Biasanya sih kalau engga makan siang, window shopping atau shopping beneran. Hehehe..


Saat saya duduk menunggu ibu saya, tiba-tiba saya bertemu dengan adik kelas saya di Smansa. Saya mengenalnya saat saya diamanahi menjadi teteh mentoring setiap hari Jumat beberapa tahun lalu. Kami pun bertukar sapa, bercerita secara umum tentang aktivitas kami masing-masing.


Dan ada kalimatnya yang membuat saya tercenung. Berpikir lama dan bahkan merefleksi diri saya.

“Teteh tau ga? Dulu pas mentoring teteh pernah bilang kalau doa itu penting banget buat kita. Dan bahkan kita harus minta doa kepada semua orang karena kita gak pernah tau dari doa siapa Allah mengabulkan harapan kita. Masih inget ga teh?” Katanya.

“Oh iya inget materi itu.” Jawab saya sambil mengingat-ngingatz

“Nah sejak aku S1, aku terapin lho teh. Jadi setiap kali aku mau ujian, aku telpon semua keluarga aku mulai dari keluarga inti hingga Kakek, Nenek, Uwa, Tante dan Om aku.. aku telponin mereka satu-satu minta doa ke mereka.” Ia menjelaskan.

“Wah masyaAllah..” saya pun kagum padanya.

“Dan tau ga teh? Alhamdulillah Allah bener-bener kasih kemudahan saat saya ujian dan hasilnya pun bagus.” Katanya lagi.

“Alhamdulillah teteh bahagia dengernya.” Kata saya.

“Dan yang lebih kerennya lagi, ternyata dengan saya menelepon itu, saya jadi semakin dekat rasanya dengan mereka. Karena kan jadi ngobrol, meski hanya ditelpon. Meski jaraknya jauh, tapi rasanya makin deket deh.” Tambahnya.

“Waah alhamdulillah ya..” kata saya.

“Iya alhamdulillah.. makasih banyak lho teh nasihatnya..” katanya.


Setelah kami mengobrol, kami pun saling berpelukan dan berpisah. Setelah itu saya merenung di perjalanan pulang. Bisa ya sebuah nasihat beberapa tahun lalu yang mungkin oleh saya sendiri telah saya lupakan, tapi ternyata diterima oleh seseorang dan bahkan diaplikasikan.. MasyaAllah tabarakallah..


***


Setelah saya menikah, suami saya pernah menasihati saya seperti ini:

Him: “Yang kalau untuk aktivitas yang sifatnya ‘mubah’ (boleh) seperti hobi Ayang yang abcdxyz (saya samarkan ya), baiknya engga usah diposting si Social Media.”

Me: “lho kenapa? Hak aku donk posting apa aja selama aku tau batasan dan adabnya.. kan for fun aja yang..”

Him: “Iya bener. Tapi kalau ada orang yang terinspirasi lalu ngikutin ayang melakukan hal yang sama tapi malah membuatnya lalai dari Allah gimana hayo?”

Me: (diem dulu) “iya juga ya..”

Him: “Mungkin buat kita biasa saja, tapi kalau ternyata dicontoh yang lain dan malah menciptakan kemadhoratan gimana hayo?”

Me: “iya ya..”


***


Dari kedua percakapan yang saya alami tersebut, saya bisa mengambil hikmahnya.


Pertama, Kita diamanahi oleh Allah dengan potensi yang begitu luar biasa. Mulai dari hal yang sifatnya fisik ataupun nonfisik. Dari situlah kita diberikan kemampuan untuk menciptakan sebuah inspirasi atau keteladanan bagi orang lain, tidak hanya yang baik, tapi juga yang buruk. Dan ini akan menjadi amal jariyyah ataukah dosa jariyyah bagi kita :”(


 Jika apa yang kita ucapkan dan lakukan membuat orang lain melakukan kebaikan, maka insyaAllah pahala kebaikan tersebut akan mengalir kepada kita tanpa mengurangi pahala kebaikan bagi orang yang melakukan. Aamiin insyaAllah :”)


Sebaliknya, jika inspirasi yang didapat orang lain dari kita adalah keburukan dan orang lain menjadi bermaksiat karenanya, maka dosanya pun akan mengalir kepada kita tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya.. naudzubillah :”(


Kebayang donk jika yang viral dari diri kita adalah kebaikan, maka kebaikan pula yang akan didapat. Dan jika inspirasi yang kita ciptakan adalah keburukan, maka keburukanlah yang akan kita dapati pula.. :”(


“Maka kebaikan sebesar dzarrah pun tidak akan sia-sia di sisi Allah.”


Kedua, pentingnya kita untuk mengevaluasi diri sendiri atas apa yang telah kita ucapkan dan lakukan. Misalnya nasihat saya tentang doa kepada orang lain. Nah nasihat ini seharusnya berlaku bagi diri saya sendiri. Apakah saya sudah mengaplikasikannya pada diri saya? Jika belum, maka ikhtiarkanlah untuk dilakukan. Karena Allah membenci orang-orang yang tidak sesuai antara perbuatan dan ucapannya :”( (Qaburomaqtan..)


Atau perkataan dan perlakuan buruk apa yang telah kita lakukan? Jangan sampai diulangi. Dan kalau kita berdosa dan bermaksiat, tutuplah rapat-rapat aib tersebut, karena Allah yang menjaganya. Jangan kita sebar, apalagi kita bangga dalam bermaksiat di jalan Allah sehingga menjadikan diri kita sebagai inspirasi maksiat bagi yang lain. Taubat, minta ampun padaNya.. :”) *note to self


Ketiga, kita harus menjadi pribadi yang berhati-hati dan bertanggung jawab. Misalnya, Pikir secara berulang saat ingin memposting sesuatu. Apakah manfaatnya lebih banyak ataukah mudhorotnya lebih banyak? Seperti yang pernah saya tulis, once we post it on the internet, it will remain there forever.


Demikian coretan saya pagi ini. Sekali lagi, menulis seperti ini adalah terutama untuk menasihati diri saya sendiri. Yuk kita tetap semangat dan terus berprasangka baik :”)


Tuesday, 26 September 2017

Aliran Rasa Game Level 4

Alhamdulillah setelah 17 hari konsisten mengamati dan melaporkan gaya belajar dan bermain Afifa, saya jadi lebih sensitif atas aksi dan reaksi Afifa di dalam menggunakan visualisasinya, auditorinya dan kinestetisnya.

Semuanya memiliki porsi tersendiri. Saya sempat menyimpulkan bahwa Afifa cenderung visual dan auditory, tapi ternyata gaya kinestetisnya pun cukup konsisten ditunjukannya. 

Intinya saya harus terus melakukan pengamatan ini agar Afifa dapat secara optimal menggunakan gayanya sendiri dalam menyerap ilmu dan mengaplikasikannya. Tetap semangat ya Afifa sayangku🙈

Friday, 22 September 2017

Tantangan 10 Hari Game Level 4 Day 17

Finally.. sampai juga di hari ke-17 tantangan 10 hari di dalam mengenal gaya belajar anak. Tadi malam saya baru mulai membaca buku Bunda Sayang dari tim IIP terkait dengan gaya belajar anak.

Jika sebelum ini saya menyimpulkan bahwa kecenderungan dari gaya belajar dan bermain Afifa adalah visual auditory, tapi sebenarnya itu semua belum tentu. Ada gaya kinestetis yang cukup khas dalam dirinya yaitu Afifa akan bisa duduk anteng selama ada kegiatan yang dapat menyibukannya. Jadi intinya adalah bahwa perjalanan saya di dalam mengenal gaya belajar anak masih harus terus dijalankan. Tidak boleh berhenti sampai disini saja. Apalagi usia Afifa yang baru akan tiga tahun, masih banyak peluang di dalam mengobservasi gaya belajarnya. 

Semoga istiqamah ya Afifa, Papa dan Mama :")

#Tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day17

Thursday, 21 September 2017

Tantangan 10 Hari Game Level 4 Day 16

Alhamdulillah abang pertama saya, Dr. Irfan Syauqi Beik datang ke KL karena diundang pada sebuah acara. Tentu saja kami datang menemuinya pada sore harinya setelah Papa Afifa selesai mengajar, dan saya selesai ngampus untuk mengerjakan disertasi saya. 

Sebelum berangkat, kami pun siap-siap. Saya pun memakai gamis hitam dengan bordir tangan berwarna ungu. Karena sedang tidak mood memakai hitam-hitam, saya pun memakai jilbab berwarna ungu.
A: "Mamah itu kerudungnya engga matching.." (sambil menujuk jilbab dan baju saya)
M: "Hahahahhaa oh masa sih? Kan hitam itu matching dengan semua warna.."
A: "iya engga matching. Mama harusnya pake kerudung item lagi yang ini.." (sambil menunjuk jilbab saya yang berwarna hitam)
M: "makasih ya.. tapi Mamah ga mau pakai item-item."
A: "oh.. tapi engga macthing.."
Hehehehehe di situ saya semakin menyadari ketajaman visual Afifa. 
A: "Afifa matching. Bunga-bunganya pink, kerudung Afifa pink.. celana biru.." (ia pakai baju biru donker motif bunga pink, dipadukan dengan jilbab pink dan celana biru donker).
M: "Iyaa Afifa matching."

Sesampainya di hotel, kami pun bertemu dengan Abang saya yang dipanggil "Uwa Ageung" oleh Afifa. Afifa pun sangat bahagia bertemu dengan Uwanya. Kami pun kemudian diajak ke kamar hotel oleh Uwa Ageung. Selama kurang lebih satu jam kami mengobrol, kemudian wa Ageung harus melanjutkan acaranya. Sedangkan kami akan tetap di kamar untuk menikmati hotel. 

Selama di hotel kami menonton acara di TV atau melihat pemandangan di luar kamar. Afifa begitu excited. Ia bercerita semua yang ia lihat. 

Adzan Maghrib pun tiba. Karena saya shaum, maka kami bertiga pun mencari makan di luar hotel. Karena sudah menjelang malam, maka Afifa saya pakaika jaket. Dan ternyata berwarna ungu.
A: "Mamah Afifa sama ya sama Mama dan Papa.. warna ungu.." (dan ternyata memang suami pun sedang memakai baju ungu)
M: "Eh iyaa.. kita matching ya bertiga.."
A: "Iya ya bagus.." 

Hhehehehe begitulah.. saya lihat gaya belajar serta menyimpulkan Afifa secara visual cukup baik. 

#Tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day16

Wednesday, 20 September 2017

Tantangan 10 Hari Game Level 4 Day 15

Buat Afifa, Papanya adalah salah satu manusia favoritnya di dunia ini. Hehehhe.. Seringnya setiap bangun tidur, yang ditanya pertama kali adalah "Papa mana mah? Ngajal ya? Papa kewajiban ya?" (Maksudnya Papa melaksanakan kewajibannya yaitu mengajar). Dan kalau ternyata itu adalah hari libur dimana saat ia bangun pagi bisa langsung bertemu Papanya, wuih supper happy Afifa :")

Dan hari itu kami menunggu Papa Afifa menjemput kami di kampus. Sambil menunggu dijemput, Afifa dengan begitu riang berkomentar semua apa yang dilihatnya di kampus kami. "Mama itu lantainya rusak ya? Itu dibenerin sama Omnya.." katanya.

Saat Papanya menjemput, langsung level keceriaan moodnya meningkat tajam. Selama di mobil ia bercerita tentang banyak hal. Tapi di tengah jalan Afifa perlahan tidak banyak bicara, ternyata dia mengantuk. Akhirnya saat sampai di rumah, Afifa pun di"eyong" Papanya hingga ia tertidur. Papanya pun memposisikan Afifa di atas tempat tidur saat Afifa sudah nyenyak.

Tidak lama setelah menidurkan Afifa, Papa Afifa harus berangkat lagi ke kampus untuk kuliah hingga sekitar pukul 8 malam. Nah saat Afifa terbangun, tidak didapatinya Papanya di rumah, langsung dia menangis sedih.. untungnya hingga Papanya datang, Afifa hanya menunggu sekitar 1 jam dari waktu bangunnya.

Saat Papanya datang, betapa gembiranya Afifa. Saya pun mengamati bagaimana kemampuan belajar dan bermainnya baik secara auditory dan visual cukup tereksplor dengan baik, yaitu dengan dibacakannya buku cerita oleh Papanya. Tidak lama Papanya pun meminta Afifa untuk menceritakan ulang buku tersebut. Dan Afifa cukup baik saat menceritakan apa yang ia dengar dan ia lihat.

#Tantangan10hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#Day15