Wednesday, 22 August 2018

Aliran Rasa Level 12

Alhamdulillah.. tidak terasa 12 level kelas Bunda Sayang sudah dilewati dengan baik. Begitu banyak ilmu bermanfaat yang saya dapatkan. Harapannya adalah saya bisa istiqomah di dalam menerapkan ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih kepada para bunda fasils atas ilmunya. Semoga senantiasa berkah dan dapat menjadi ilmu bermanfaat dunia dan akhirat. Aamiin..

Sebagai penutup, ada sebuah kalimat nasihat dari ayah saya yang dapat dijadikan reminder buat kita semua..

“Menjadi ibu merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya, sekaligus sebuah anugerah. Karena terputuslah semua amal manusia kecuali 3 hal di antaranya adalah doa anak soleh. Maka tugas utama ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-lah yang mendidik dan menjadikan anak keturunan kita menjadi anak soleh dan solehah..”

Saturday, 21 July 2018

Keluarga Multimedia Day 15: Go-Jek

Hari itu rumah Ayah di Bogor kedatangan banyak tamu. Sekitar 50 orang datang. Kami pun menyediakan  makan siang untuk para tamu. Menu makan siang utama yang kami sediakan mulai dari nasi, ayam goreng kampung, capcay, perkedel kentang, bihun goreng, sambal dan tidak lupa sambalnya. Namun hari itu, kami merasa masih ada yang kurang: tempe goreng! Karena belum sempat belanja tempe dan tamu-tamu mulai berdatangan, akhirnya kami memanfaatkan aplikasi Go-Jek yaitu menu Go-Food untuk menggunakan jasa food delivery.

Aplikasi ini sangat mudah. Di bagian menu awal kita hanya tinggal memilih menu Go-Food, kemudian masukan nama restauran yang hendak dipilih, kemudian pilih menu yang ada atau input menu secara manual. Kemudian Go-Jek akan memberikan estimasi harga plus ongkos kirim. Cara pembayarannya pun cukup mudah, bisa dengan menggunakan cash ataupun debit akun yang ada di Go-jek. Sekitar 30 menit kemudian, pesanan tempe kemul untuk para tamu pun sudah sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.

Sore harinya, Afifa ingin menginap di rumah uwa-nya tanpa saya untuk bermain bersama kakak sepupunya. Dan ternyata obat asma Afifa tertinggal. Akhirnya dengan menggunakan aplikasi yang sama, hanya memilih menu lain yaitu Go-Send, saya pun bisa mengantar obat asma Afifa ke rumah kakak saya.

Alhamdulillah.. Go-Jek cukup banyak memudahkan kehidupan kami saat ini. Kalau dibandingkan dengan Malaysia, belum ada aplikasi selengkap Go-Jek mulai dari Go-Ride (ojeg), Go-Car, Go-Food, Go-Send, Go-Clean, Go-Massage, daaan masih banyak lagi. Salah satu keberuntungan orang-orang Indonesia lho :)


#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day15

Thursday, 19 July 2018

Keluarga Multimedia Day 14 : Review Aplikasi “MyFitnessPal”

Di hari ke-14 ini, saya akan mereview aplikasi “MyFitnessPal”. Sebelumnya sebagai disclaimer, saya baru saja men-download aplikasi ini kemarin, sehingga saya belum sepenuhnya menggunakan aplikasi ini. Jadi review ini mungkin terbatas pada pengalaman saya yang menggunakan aplikasi ini dalam sehari saja.

Bhaique.

Apa itu Myfitnesspal?
Myfitnesspal merupakan sebuah aplikasi yang dapat membantu kita untuk men-track asupan kalori harian kita agar tujuan kita tercapai. 

Sebenarnya ada beberapa aplikasi sejenis, tapi jika dilihat dari traffic-nya, aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi terdepan yang telah didownload oleh jutaan pengguna di berbagai negara dan telah dirating oleh lebih dari seribu pengguna. Dan secara rata-rata rating nilainya 4.8/5.0.

Secara ukuran, aplikasi ini memakan sekitar 113.5 MB memori kita. Cukup besar juga, karena belum diisi data apapun dari pemakaian saya. 

Di aplikasi ini ada pilihan 3 goals yang bisa dicapai. Pertama, menurunkan berat badan (weight loose). Kedua, meningkatkan berat badan (weight gain). Ketiga, menjaga berat badan (weight maintain). Tentunya saya memilih pilihan pertama yes. Hehehee. Ga usah dibilangin juga udah pada tauπŸ˜…πŸ˜‚

Setelah menentukan tujuannya, kita diminta memasukan informasi personal seperti jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan, usia dan seberapa aktif-kah kegiatan harian kita secara umum. Kita pun diminta untuk memasukan target berat badan yang ingin dicapai.

Nah dari data pribadi tersebut, aplikasi ini akan memberikan rekomendasi berapa sebaiknya penurunan berat badan dalam 1 minggu. Kita bisa memilih target yang paling santai sampai paling ketat. Kalau saya pilih yang moderasi yaitu 0.5kg seminggu. Baru dari situ kita diberikan informasi berapa kalori maksimal asupan harian kita selama satu hari. Dalam kasus saya hanya 1200 kalori. Haduuuh gawat sedikit amat ya πŸ˜‚πŸ˜‚

Nanti setiap kita makan dalam satu hari itu, kita input ke aplikasi ini. Jadi kita akan dapat mengontrol asupan makanan kita. Bisa diketik secara manual, bisa juga discan barcode dari produk makanan yang kita makan.

Selain calorie intake track, aplikasi ini juga dapat men-track jumlah langkah harian kita. Selama kita membawa hape saat berjalan. Apakah target 10.000 langkah per hari sudah tercapai atau tidak.

Secara umum, saya masih agak kesusahan di dalam meng-input makanan yang masuk ke dalam perut saya. Dengan claim memiliki database lebih dari 3 juta jenis makanan, saya masih kesusahan saat meng-input secara manual makanan saya. Misalnya saya makan toge goreng, saya tulis “bean sprouts stir fried” tapi gak keluar datanya di basis data makanan. Hehehe.. Apa saya salah mentranslasi, saya pun gak paham.

Sekian review kali ini. Semoga bermanfaat yaa..

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day14

Wednesday, 18 July 2018

Keluarga Multimedia Day 13: “Montessori”

Nama “Montessori” sudah cukup dikenal di kalangan para ibu, utamanya kalangan ibu millenial macam saya. Menurut Wikipedia, Motessori adalah “suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.” (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Metode_Montessori)

Buku referensi pertama terkait Montessori yang saya beli dan baca adalah “Montessori di Rumah” karya Elvina Lim Kusuma. Ia merupakan founder dari Indonesia Montessori Club (IMC). Ada sebuah website yang dibangun oleh mba Elivina ini yaitu
http://indonesiamontessori.com/. Website ini cukup bagus di dalam memberikan pengetahuan dan juga guide praktis dalam mempraktekan montessori di rumah.

Website ini terdiri dari beberap bagian mulai dari profil IMC, Montessori di Rumah, Ide Kegiatan, DIY, Parenting, IMC Resources dan IMC Club.

Setiap bagian ini pun memiliki bagian-bagian yang lebih kecil yang disesuaikan dengan tema yang ingin digunakan dalam kegiatan. Misalnya di bagian Montessori di Rumah terdapat sub tema “Practical Life”, “Sensorial”, “Culture & Science” dan masih banyak lagi. Lebih lengkapnya silahkan datang ke website-nya yaa :)

Selain membaca buku dan website terkait Montessori, saya pun mengikuti sebuah pelatihan Montessori di Bogor tahun lalu yang diadakan oleh @monteszorg (Montessori Buitenzorg: https://www.instagram.com/monteszorg)

Pada acara ini, Mba Vidya Dwina Paramita (https://www.instagram.com/vidyadparamita) diundang sebagai pembicara utama. Beliau merupakan praktisi Montessori, penulis buku “Jatuh Hati pada Montessori) dan co-founder dari @sekolahmontessorirumahkrucil (https://www.instagram.com/sekolahmontessorirumahkrucil). Kalau tertarik informasi pelatihan montessori bisa dilihat di @filosofimontessori (https://www.instagram.com/filosofimontessori) :)

Silahkan buibu jika tertarik tentang Montessori, boleh di-kepo-in semua link yang saya share. Semoga bermanfaat :)

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day13

Keluarga Multimedia Day 12: Review Aplikasi “FaceTime”

Alhamdulillah sebagai mahasiswa S3, saya sudah menyelesaikan tugas disertasi saya beberapa waktu yang lalu. Sehingga sekarang posisi saya adalah menunggu disertasi saya dinilai oleh para penguji baik berasal dari internal maupun eksternal IIUM. Biasanya proses “thesis examination” oleh para penguji ini memakan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan. Bisa kurang ataupun bisa lebih, tergantung kesiapan dari para penguji tersebut. Baru setelah itu sidang (ujian disertasi tertutup) dan dinyatakan apakah saya lulus atau tidak. Mohon doanya yaa :)

Nah oleh sebab itu, sementara saya pulang dulu ke Bogor untuk beberapa waktu (rencana 3 hingga 4 minggu) karena kebetulan keluarga yang tinggal di luar negeri sedang pulang ke Bogor. Maka moment tersebut saya manfaatkan untuk bersilaturahim. Sedangkan suami tetap di KL karena ada amanah yang tidak mungkin ditinggalkan selama itu. LDM (Long Distance Marriage) pun dimulai.

Seperti kata Bu Septi pada pertemuan Webinar yang lalu, LDM akan berhasil jika komunikasi terus dijalankan di antara suami dan istri.

Alhamdulillah gadget sangat membantu kami dalam berkomunikasi. Saya dan suami senantiasa meng-on-kan internet dan batre handphone kami agar komunikasi lancar wush wush wush. Hehehe..

Salah satu aplikasi yang membantu komunikasi kami adalah aplikasi FaceTime yang merupakan aplikasi default (bawaan) dari iphone dan gadget iOS lainnya (https://support.apple.com/id-id/ht204380).

FaceTime merupakan aplikasi telpon dan video call yang dapat diakses dengan internet. Alhamdulillah selama jaringan kuat dari masing-masing kami video call berjalan lancar. Aplikasi ini pun cukup mudah dijalankan alias user friendly. 
Meski demikian, karena default maka aplikasi ini hanya bisa digunakan di iphone dan gadget iOS lainnya.

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day12

Tuesday, 17 July 2018

Keluarga Multimedia Day 11: Review Aplikasi “EasyBlog”

Aplikasi yang membantu saya di dalam memposting tugas Bunda Sayang adalah aplikasi “EasyBlog”.
Aplikasi ini adalah aplikasi blog khusus Blogger atau Blogspot. Dengan ukuran 25.5 MB, aplikasi ini secara langsung bisa memposting tulisan-tulisan untuk blog kita.

Keunggulan dari aplikasi ini adalah kemudahan pemakaiannya. Kita dengan mudah memposting tulisan kita, mengedit, serta menambahkan label. Aplikasi ini amat simpel.

Namun ada beberapa kekurangan dari aplikasi ini.

Pertama, sangat susah untuk langsung mengetik blog di aplikasi ini. Jadi selalunya saya menulis draft blog di Notes handphone baru kemudian dicopas ke dalam aplikasi ini. Pernah suatu saat saya langsung menulis di aplikasi ini. Sudah panjang-panjang, eeehh malah tiba-tiba keluar sendiri dan hilang draft-nya. Kzl. *sabar ;)

Kedua, aplikasi ini susah untuk meng-upload foto apalagi video. Lebih tepatnya engga bisa. Sudah berbagai cara dan jenis jaringan saya coba, tidak bisa. Kenapa ya? Padahal sekelas facebook, IG, dan sosmed lainnya dengan mudahnya pengguna mengupload foto dan video ini, sedangkan EasyBlog tidak bisa.

Ketiga, foto aja gak bisa diupload, apalagi mau edit-edit tampilan blog. Engga bisa.. hiks.

Jadi mohon maaf ya Bunda Fasil kalau seandainya blog saya ini fakir foto dan video. Hehehe.. semoga tidak mengurangi esensi isinya ya.. insyaAllah..

Lalu kenapa gak coba aplikasi lain? Sudah.. they are barely the same, i dont know why.. kenapa ya? Udah saya install dan coba beberapa, tetep aja sama.

Adakah yang bisa merekomendasikan aplikasi blog di hape iphone apa yang bisa upload foto dan video juga selain kata-kata? #needyouradvice


#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day11

Sunday, 15 July 2018

Keluarga Multimedia Day 10: Review Aplikasi “Traveloka”

Aplikasi yang akan saya review kali ini adalah aplikasi Traveloka. Siapa yang tidak kenal aplikasi ini? Traveloka sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring yang berbasis di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012. Kemudian perusahaan ini melebarkan sayapnya tidak hanya jual beli tiket pesawat dan hotel, tetapi juga tiket bis, kereta, pertunjukan, pulsa dan paket internet daaan masih banyak lagi.

Kenapa saya mereview aplikasi ini? Jadi, sebagai perantau di Negeri Jiran, tiket pesawat terbang merupakan hal krusial yang menentukan kepulangan kami ke Indonesia. Saya sudah kenal dengan aplikasi ini sekitar 3 tahun lamanya.

Berikut review dari saya.

Pertama, secara size aplikasi ini berukuran 88.9MB dan kompatibel di smartphone kita baik iOS maupun anroid. Bahasa yang available selain bahasa Indonesia dan Inggris, juga bahasa Melayu, Thai dan Vietnam.

Kedua, dari sisi pemakaian, aplikasi ini cukup friendly user. Artinya sangat mudah dipelajari dan digunakan oleh pengguna, alias tidak rumit. 

Ketiga, dari segi fitur. Seperti yang saya katakan di awal, aplikasi ini memiliki fitur yang cukup lengkap. Ia tidak hanya menyediakan jual beli tiket pesawat dan hotel, melainkan juga hal lainnya. Ada dua kategori penjualan. Pertama kategori “Travel”. Terdiri dari 11 item yaitu tiket pesawat domestik, voucher hotel domestik, tiket kereta, tiket bis, paket pesawat plus hotel, tiket atraksi baik lokal maupun internasional, international data plan, last minute hotel (kalau kita mendadak booking), budget rooms, airport transport, airport train, international hotels, international flights. Kedua kategori “Entertainment and Utilities” terdiri atas 5 item yaitu eats, movies, beauty and spa, bills and top up, dan top up and data package.

Keempat, pembayaran dilakukan menggunakan 4 jenis metode. Pertama, Uangku Balance. Disini kita memiliki “rekening” di Traveloka sehingga pembayaran dilakukan dengan mendebit saldo yang ada di akun Traveloka kita. Kedua, MyCards yaitu dengan menggunakan kartu kredit. Ketiga, direct debit yaitu dengan menggunakan kartu debit bank yang kita miliki. Keempat, pay later merupakan program cicilan.

Kelima, customer service 24 jam. Ini juga merupakan poin plus dari Traveloka. Jika ada sesuatu kita bisa menelpon CS ini kapan pun. Pernah suatu saat saya salah membeli tiket, alhamdulillah karena ada sistem refund, semuanya pun dimudahkan.

Secara umum dari keempat poin di atas, saya termasuk pengguna Traveloka yang setia. Jika ingin mengecek harga tiket pesawat, yang dibuka pertama kali adalah aplikasi ini. 

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level12
#KeluargaMultimedia
#Day10