Friday, 18 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 10

Hari ke-10 program HQH dijalankan. Waktu benar-benar cepat sekali berlalu :") Saya jadi merenung apa saja yang sudah saya lakukan ya. Hiks semoga bisa menjadi manusia yang bertakwa dan beramal soleh serta istiqamah di dalam ketakwaan tersebut. Aamiin..

Sebelumnya Afifa sejak sore hari sudah agak cranky. Sepertinya ia mengantuk dan lapar, duo paket combo yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tapi anehnya saya berikan makanan apapun dia tidak mau. Digendong untuk segera tidur pun tidak kunjung tidur. Akhirnya harus dialihkan untuk bermain.

Setelah Maghrib, saya bersihkan dia dulu mulai dari minum obat, gosok gigi, cuci tangan, cuci kaki kemudian ganti baju. Saat selesai, saya lanjutkan dengan program HQH sore itu, dimulai dengan membaca Al-Fatihah. Namun karena Afifa belum tertarik ya sudah saya mulai dengan saya dulu untuk bertilawah. Belum ada 10 menit saya bertilawah, tiba-tiba Afifa ingin sekali saya bacakan cerita "Mengenal Allah" dan dzikir asmaul husna. Ya sudah saya pending dulu mengajinya, tahan kesabaran saya jangan sampai keluar emosi. Tapi alhamdulillah selama dzikir asmaul husna kami lebih tenang.

Tidak lama kemudian dia mulai terlihat mengantuk. Akhirnya saya matikan lampu dan kami bersiap tidur. Dan seperti sudah diprogram, Afifa sendiri yang setelah baca doa, dia langsung mengaji surat Al-Fatihah dan surat An-Nas serta Al-Ikhlas beberapa kali. Surat Al-Falaq masih harus saya bantu, dia yang melanjutkan kata-kata terakhirnya saja. Alhamdulillah..

Saya mengapresiasi Afifa yang telah berusaha untuk membaca surat-surat pendek tersebut. "Terima kasih Afifa, semoga kamu jadi anak shalihah sayang." 


#Day10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Thursday, 17 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 9

Hari ke-9 program HQH dijalankan seperti biasa ba'da Maghrib. Namun di tengah-tengah eksekusi, tiba-tiba kakak nomor dua saya video call. Ternyata Atqiya anaknya ingin mengobrol dengan Afifa. Akhirnya saya manfaatkan kesempatan itu untuk meminta Atqiya mengaji bersama. Sukses hanya surat Al-Fatihah saja. Gak apa-apa yang penting sudah mengaji.

Setelah selesai, anaknya tetangga, si kembar Abang Raushan dan Kakak Nuha mengantarkan buku pesanan saya untuk Afifa yang berjudul "Mengenal Allah". Tentu saja Afifa sangat excited untuk minta dibacakan. Program HQH pun terhenti. Gak apa-apa deh, pikir saya. Toh yang dibaca pun dapat menumbuhkan benih-benih fitrah Spiritual Quotient yang ada di dalam diri Afifa. InsyaAllah.

Bukunya bagus, tetapi mungkin untuk seumuran Afifa belum cocok. Mungkin akan lebih cocok untuk anak Usia SD. Tapi saya bisa semakin mengenalkan asmaul husna, sifat-sifat Allah, dan bagaimana seharusnya kita sebagai hamba-Nya bersikap.

Afifa memang sangat senang jika saya menyanyikan lagu asmaul husna dengan nada ESQ. "Ya Allah.. Ya Rahman.. Ya Rahiim.. Ya Malik.. Ya Quddus.. Ya Salaam.. Ya Mu'min.. Ya Muhaimin.." dan seterusnya. Tapi sampai asmaul husna yang ke 50-an Afifa minta berhenti.

Kemudian pembacaan buku pun dilanjutkan. Ada kalimat di dalam buku tersebut yang berbunyi, "Allah sangat senang, jika kita berdoa kepada-Nya." Nah moment tersebut saya berikan nasihat kepada Afifa tentang pentingnya berdoa tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Saya pun mencontohkan bagaimana seharusnya berdoa.

Saya angkat kedua tangan, tundukkan kepala, dan saya tutup kedua mata saya. Sepintas saya melihat Afifa pun mengikuti gerakan saya. Saya pun mulai berdoa dimulai dengan basmallah, hamdallah, doa kedua orang tua, dan mendoakan segala kebaikan bagi Afifa dan kami sekeluarga di dunia akhirat. Panjaaaang dan hikmad doanya bagi saya, hingga tak terasa air mata saya pun terjatuh, terutama bagian "Ya Allah matikan kami dalam keadaan khusnul khatimah.. jadikan kalimat 'Lailaa ha illa haillallah' sebagai kalimat terakhir kami ya Allah.." 😭
Doa pun saya akhiri dengan "Aamiin.."

Setelah berdoa saya pun bertanya pada Afifa.
M: "Afifa kalau berdoa itu harus gimana ya?"
A: "Harus tutup mata ya mah?"
Saya dan suami pun tertawa.
M: "Iya bisa tutup mata, tapi engga tutup mata juga ga apa-apa. Terus harus apa lagi?"
A: "Harus nangis juga ya mah?"
Saya dan suami makin tertawa.
M: "Iya nangis itu hanya efek aja. Tutup mata juga demikian. Intinya kalau berdoa itu kita harus bersungguh-sungguh dari dalam hati kita. Kita hadirkan Allah dalam hati kita dan dalam pikiran kita. Allah pasti seneng dan sayang sama kita.."
A: "Iya Afifa berdoa." (Maksudnya Afifa juga akan rajin berdoa)

Tak terasa adzan Isya pun berkumandang. Kami pun shalat Isya berjamaah. Setelah shalat Isya, saya melanjutkan tilawah yang tertunda sekalian membaca surat Al-Kahfi di malam Jumat. Afifa pun anteng dengan aktivitas menggunting dan menempel-nempel gambar pada kertas. Saya biarkan saja.

Sebelum tidur, saya pun membacakan Al-Fatihah satu kali dan tiga surat terakhir sebanyak masing-masing tiga kali. Alhamdulillah untuk surat Al-Ikhlas dan An-nas sudah lancar. Tinggal Al-Falaq saja yang belum. Alhamdulillah semoga ke depannya lebih baik lagi. Aamiin..

#Day9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Wednesday, 16 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 8

Tidak terasa kami sudah menjalani program HQH selama kurang lebih 1 minggu lamanya. Alhamdulillah meski banyak modifikasi di dalam tahap eksekusinya, Afifa secara rutin senantiasa kami perdengarkan ayat-ayat suci Al-Quran setiap ba'da Maghrib.

Ternyata di hari ke-8 saya tetap melakukan modifikasi saat menjalankan program ini. Ba'da Maghrib Papa Afifa ada kerjaan lain, jadi sepertinya ia tidak dapat join. Sehingga begitu shalat Maghrib selesai, hanya saya dan Afifa saja yang melakukan program ini. 

Program diawali dengan pembacaan Al-Fatihah sebanyak tiga kali. Alhamdulillah saat pertama kali dibacakan, Afifa yang sambil heboh makan kentang, mengikuti saya membacakan Al-Fatihah. Namun ketika saya membacakan tiga surat terakhir masing-masing tiga kali, dia tetap anteng dengan kentangnya. Ya sudah tidak apa-apa. Setelah itu saya pun melanjutkan dengan tilawah sekitar 20 menit di dekatnya. Alhamdulillah so far Afifa berada di dekat saya sehingga dia mendengarkan apa yang saya bacakan. 

Namun karena terlalu lama tilawah, saya saat itu tidak sempat mengulang-ngulang hafalan saya. Setelah shalat isya berjamaah pun kami bersiap-siap tidur. Semoga hari selanjutnya lebih baik lagi. Aamiin..

#Day8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Tuesday, 15 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 7

Hari Selasa kemarin saya ada jadwal presentasi progress report penelitian saya pada acara kolokium di kampus yang diadakan oleh kampus saya. Karena Afifa masih kurang begitu sehat, akhirnya saya bawa Afifa ditemani Papa Afifa yang izin mengajar beberapa jam. Alhamdulillah Afifa cukup kooperatif selama saya presentasi di depan para dosen dan mahasiswa. Tapi sesekali ia ke depan untuk ikut presentasi. Hehehheehe..

Usai presentasi kami pun pulang. Papa Afifa pun segera pergi lagi untuk mengajar. Ternyata Afifa tertidur hingga menjelang ashar. Saat Ashar tiba kami shalat bersama-sama dan setelahnya saya dan Afifa mulai membaca Al-Fatihah. Alhamdulillah Afifa sangat kooperatif dengan mengikuti saya mengaji.

Tidak lama Papa Afifa datang dari mengajar. Kami pun membawa Afifa bertemu dengan dokter karena demamnya masih naik turun dan batuk pileknya sudah cukup lama yaitu dua minggu. Ternyata menurut dokter Afifa radang tenggorokan dan ada infeksi telinga karena sudah terlalu lama batpil. Syafakillah ya sayang.. :")

Ba'da Maghrib pun kami menjalankan program HQH dengan modifikasi. Saya mulai membaca Al-Fatihah, dan surat-surat pendek. Afifa bermain dan ia nampak tidak mau untuk mengikuti. Ya sudah tidak apa-apa. Saya pun melanjutkan dengan tilawah sebanyak 1 juz. Alhamdulillah Afifa mendengarkan saya dengan cukup baik meski sambil bermain.

Menjelang tidur, setelah membacakan doa hendak tidur, saya usaha lagi untuk membacakan Al-Fatihah dan tiga surat terakhir. Alhamdulillah Afifa mengikutinya dengan baik dan bahkan dia sempat protes karena saya tertidur. "Mamah bangun, ngaji dulu." Begitu katanya.. Hehehhehe.. 

Alhamdulillah. Semoga besok lebih baik lagi. Aamiin..


#Day7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Monday, 14 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 6

Hari Senin kemarin saya sengaja tidak pergi ke kampus karena Afifa tadi malam demam. Mungkin karena dia kecapean. Alhamdulillah dua kali saya berikan obat penurun panas, sampai siang hari demamnya sudah hilang sama sekali. Tapi ternyata sore harinya demamnya agak naik lagi sehingga masih saya berikan obat penurun panas. Syafakillah Afifa :") Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kesembuhan yang tidak diikuti dengan penyakit lainnya. Aamiin.. 

Karena tidak berangkat ke kampus, otomatis saya bermanin bersama Afifa seharian. Dan moment tersebut saya manfaatkan untuk bertilawah di depannya. Jadi jatah 1 juz sehari saya bacakan di depan dia. Memang tidak bisa sekali baca habis karena Afifa akan bosan. Jadi dibagi-bagi waktunya, misalnya setelah lima lembar saya selingi dengan membacakan buku cerita, sehingga alhamdulillah Afifa bisa terjaga moodnya. Selain itu saya pun memasangkan murottal dari boneka Hafidzah doll agar setelah saya selesai dia masih mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Nah Ada kebahagiaan tersendiri rasanya saat surat-surat yang biasa didengarkannya sedang dibacakan oleh si Hafidzah, Afifa pun dengan otomatis ikut membacakannya meski dalam posisi bermain. Hehehehe.. padahal kondisinya ia lagi ngapain gitu tapi mulutnya mengikuti bacaan surat tersebut.

video
Afifa bermain sambil mengaji

Program HQH pun dilaksanakan ba'da shalat Maghrib. Namun karena akan ada tamu datang ke rumah ba'da isya, jadi program ini dijalankan tidak seperti biasanya. Setelah shalat Maghrib saya langsung membacakan Al-Fatihah satu kali dan An-Nas beberapa kali. Saat itu Afifa hanya mendengarkan saja sambil bermain, tapi tidak mau mengikuti. Suami menyapu lantai rumah. Setelah 10 menit, kami pun bertukar posisi. Saya menyiapkan makan malam untuk para tamu, suami pun mengaji bersama Afifa. Nah ini yang lucu. Afifa ternyata bersemangat sekali mengaji. Suara lucunya terdengar hingga ke dapur (posisi Afifa dan Ayahnya di dalam kamar). 

A: "Qul 'a'udzubirobbinnaaass.. minal jinnati.." (dari ayat pertama, langsung lompat ke ayat terakhir.. hehehehe)
P: eh harusnya "malikinnaass.."
A: "Malikinnaass..."
P: "Ila.."
A: "Ilaaahinnaas.."
P: "Min.."
A: "Mingsyarril was wasil khonnaas.."
P: "Alladzi.."
A: "Alladzii yuwaswisu fii sudu rinnaas.."
P: "Minal.."
A: "Minal jinnati wannaas.."
P: "Yeay alhamdulillah.." (kemudian bertepuk tangan memberikan apresiasi).
Kemudian berulang hingga beberapa kali.


Alhamdulillah.. program HQH hari keenam cukup sukses. Semoga kami bisa istiqamah dan lebih baik lagi. Aamiin.. semangat ya Afifa :)

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Sunday, 13 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 5

Pelaksanaan Proyek HQH di hari ke-5 mengalami modifikasi dalam hal eksekusi. Hal ini dikarenakan saya dan suami ada agenda seminar dari pagi hingga sore dan Afifa kami titipkan di rumah Bunda kami di Kuala Lumpur. Bunda adalah seseorang yang sudah kami anggap seperti orang tua kami sendiri di Kuala Lumpur ini.

Saya sudah memperkirakan sepertinya waktu eksekusi HQH harus diganti untuk hari itu. Jadi, saya kembalikan lagi pada salah satu tujuan proyek ini yaitu ingin memperdengarkan ayat-ayat AlQuran kepada Afifa langsung dari mulut kami secara konsisten.

Akhirnya program HQH ini saya eksekusi pada pagi hari di mobil yaitu saat perjalanan kami ke rumah Bunda. Pun dengan bagaimana kami mengeksekusi program ini ada modifikasi. Modifikasi ini dilakukan karena:
1. Afifa dalam kondisi baru kami bangunkan sehingga kami hanya dapat fokus memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran.
2. Sepertinya untuk saya menambah hafalan dan mengulanginya agak susah karena posisi saya untuk melakukan hal tersebut harus dalam keadaan tenang, bukan dalam perjalanan.

Jadi menimbang hal tersebut program HQH hanya memperdengarkan Afifa ayat Al-Quran yaitu dengan cara saya tilawah biasa. Pak suami dan Afifa hanya mendengarkan.

Program dimulai dengan membaca Al-Fatihah, tiga surat terakhir, dan kemudian saya mulai tilawah selama perjalanan. Dan ternyata alhamdulillah Afifa duduk mendengarkan secara tertib.

Meski program HQH kami modifikasi, semoga tidak mengubah esensi dari tujuan dilakukannya program tersebut. Semoga Afifa semakin terinternalisasikan bacaan-bacaan ayat suci Al-Quran di dalam dirinya. Aamiin.. :")

Ps:
Kami sampai rumah menjelang Isya dan Afifa pun tertidur hingga tulisan ini dibuat keesokan harinya ;)

Saya pun mengobrol dengan suami terkait hal ini. Pada intinya dia juga setuju kami untuk fleksibel dalam hal pelaksanaan dan mengingatkan kembali untuk menjauhi pemaksaan kepada Afifa. Proyek ini harus membuat semua orang bahagia. Oke siaaap ;) Bismillah..

#Day5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Saturday, 12 August 2017

Tantangan 10 Hari Family Project "Home Quran Hour" Day 4

Ada sebuah penyesalan yang saya miliki pada saat saya kecil hingga remaja yaitu tidak seriusnya saya di dalam menjalankan didikan Ayah saya terkait dengan Al-Quran serta hadist.

Saat saya kecil hingga SMA, ayah saya mendidikan saya dan kakak-kakak saya untuk senantiasa membaca Al-Quran dua kali sehari, yaitu ba'da Subuh dan ba'da Maghrib. Tidak banyak, hanya satu lembar setiap kali mengaji. Jadi sistemnya saya dan kakak-kakak saya bergiliran mengaji, ayah saya mendengarkan dan membenarkan bacaan Quran kami. Setelah itu dilanjutkan dengan menambah hafalan juz Amma, membaca arti ayat Quran kata per kata, kemudian dilanjutkan membaca dua kitab hadist (saya lupa kitab apa, kalau gak salah Kitab sahih Bukhari) kemudian mengartikannya kata per kata. Kemudian ditambah belajar bahasa Arab kata per kata yang amat dasar.

Yang saya sesali adalah karena saya tidak menjalankan itu semua dengan kebahagiaan. Seringkali setiap kali Ayah saya datang dari Masjid selepas subuh dan maghrib, mengetuk pintu sambil berkata "Ayo ngaji ayo ngaji.." Tapi perasaan malas menghantui saya, sehingga menjalankan itu semua tanpa kesungguhan.

Hasilnya adalah saya stagnan bahkan mengalami kemunduran di semua level yang Ayah saya ajarkan :"( Sedih dan menyesal sekali..

Sejak S2 saya mulai menyadari betapa pentingnya ilmu-ilmu yang Ayah saya ajari dahulu.. :"( Apalagi saya mengambil jurusan ekonomi dengan spesialisasi ekonomi syariah sehingga kemampuan bahasa Arab, mengartikan ayat-ayat Al-Quran dan hadist Nabi menjadi sebuah value added bagi saya di dalam memahami ilmu ini. Saya menyesaaall sekali. Baru terasa manfaat mengapa Ayah saya mendidik kami seperti itu. Dan sekarang semua tinggal-lah penyesalan.. menyesal karena tidak memanfaatkan secara optimal ilmu yang Ayah saya ajari. Menyesal kenapa dulu tidak tumbuh perasaan mencintai apa yang Ayah saya terapkan?

Maka saya pun berpikir tentang proyek HQH yang saat ini saya terapkan. Bagaimana ya menumbuhkan kecintaan pertama kali kepada Afifa terkait Al-Quran? Sepertinya metode reward harus direview ulang. Saya dengan suami pun berdiskusi.

M: "Yang menurut Ayang gimana ya praktek Proyek HQH kita?"
S: "Kayanya kita harus mengikuti nyamannya Afifa kaya gimana aja. Jangan sampe dia merasa terpaksa malah jadi ada trauma kan bahaya."
M: "Malah dia ga mau ngaji lagi ya?"
S: "Iya itu justru bahaya."
M: "Ya udah gimana kalau kita tetap memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran aja setiap abis Maghrib tanpa ekspektasi apa-apa ya tentang Afifa?"
S: "Iya setuju."

Begitulah.. akhirnya program HQH hari keempat dijalankan tanpa mewajibkan Afifa untuk mengikuti kami membacakan surat An-Nas. Yang terpenting ia mendengarkan kami mengaji. Yang terpenting ia tau bahwa keluarga kami memiliki waktu spesial untuk Al-Quran. Tanpa ada paksaan. Yang terpenting Afifa bahagia. She is only 2 years and 7 months old! What she needs is she enjoys the moment. She feels happy about it. 

Jadi ba'da Maghrib saya dan suami memulai HQH dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan tiga surat terakhir. Sedangkan Afifa bermain senyamannya dia sambil mendengarkan kami.
Kemudian dilanjutkan saya menambah hafalan satu ayat baru selama 15 menit dan suami memurojaah hafalannya selama 15 menit secara bergantian.
Acara pun diakhiri dengan pelantunan doa tilawah.

Alhamdulillah.. afifa pun tampak senang, tidak ada adegan menangis seperti sebelumnya. Semoga hari selanjutnya lebih baik lagi. Aamiin..

#Day4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP